Rabu, 15 September 2010

Halal bihalal digemparkan ’kuntilanak’

http://www.wawasandigital.com/images/stories/berita2/1KUNTIL%2015b.png
SUASANA Lebaran di Kabupaten Pekalongan, digemparkan isu kuntilanak. Isu yang cepat meluas di masyarakat setempat ini, bermula ketika salah seorang anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Taufik Rizal SE, menggelar acara halal bihalal di kediamannya.

Usai salat Id, sudah menjadi tradisi keluarga besar anggota Fraksi PDI Perjuangan bersilaturahmi dan halal bi halal di keluarga tertua, yakni H Juhdi Fandil, ayah dari Taufik Rizal di Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Saat ngumpul bareng di ruang keluarga, menantu dari Juhdi yang bernama Mujahidin (32) dari Wonopringgo, mengabadikan acara tersebut dengan menggunakan kamera ponsel miliknya.

Saat jepretan pertama, dia terkejut karena muncul penampakan seorang gadis berambut panjang di antara foto H Juhdi dan H Haryanto. Dia pun penasaran dan mengulangi lagi pengambilan gambar. Namun, penampakan gadis itu sudah tidak nampak pada foto yang kedua.

Dalam foto tersebut terlihat jelas gambar penampakan seorang gadis berambut panjang dengan pakaian serba putih, muncul di antara keluarga besar Rizal. Padahal gadis tersebut secara nyata tidak ada di ruangan itu. Penampakan hantu kuntilanak ini pun menjadi perbincangan hangat masyarakat di Kecamatan Karanganyar.

”Setiap Lebaran, tradisi kami ngumpul di keluarga tertua yakni di tempatnya Mas Rizal. Saat ngumpul, Mas Mujahidin mengambil foto bapak dan Mbah Juhdi dengan kamera hp. Saat dilihat hasilnya, dia kaget karena ada penampakan gadis. Dia pun mengulangi lagi mengambil foto, namun foto yang kedua penampakan itu sudah tidak ada,” jelas Tiyok (26), anggota keluarga besar Taufik Rizal, semalam.

Ketakutan
Penampakan hantu tersebut membuat ketakutan penghuni rumah, terutama anak-anak dan kaum perempuan. Mereka pun tidak berani tidur sendiri. Bahkan, untuk pergi ke dapur atau kamar mandi pun minta diantar. ”Awalnya keluarga takut, terutama anak-anak. Mereka tidurnya bareng-bareng karena takut tidur sendirian. Jika ke dapur atau kamar mandi pun minta diantar,” tutur Tiyok.

Beberapa masyarakat yang melihat foto tersebut pun merinding saat melihat penampakan hantu perempuan tersebut. Sebagian besar masyarakat belum bisa percaya jika hantu bisa diambil gambarnya, meskipun itu secara tidak sengaja. ”Lihat fotonya serem juga. Tapi apa benar setan bisa difoto,” ucal Koidah (24), warga Desa Kayugeritan yang sudah melihat foto tersebut.(wawasandigital.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar